Aku ragu ada dan tiadaku,…

Aku ragu ada dan tiadaku,
Namun cintaNya mengatakan Aku ada…(al mahfuudzot)

ketika harapan mulai terkikis,

dan sang pesimisme merasuki jiwa,

menjadi senyawa dengan hati..

maka..bangunlah!

saksikan bahwa dunia ini terhampar sangat luas,

langit ini pun tak berbatas,

samudra terbentang…

sungguh..sungguh,yakinlah wahai jiwa yang rapuh..

yakinlah rahmatNya sungguh melebihi bumi yang luas,langit yang tak berbatas,

samudra yang terbentang….

yakinlah…dan raihlah cintaNya…^_^

 

Louis Yang Kikir

^_^ Inspired by My Dad; his story about his teacher in his last college..Gontor Ponorogo, years ago.

Kikir adalah salah satu sifat yang tidak disukai Allah,karena sifat kikir berlawanan dengan ajaran agama islam yang mengajarkan kita untuk saling sayang menyayangi dan memberi.Selain itu sifat kikir juga bisa menyebabkan kita tidak mempunyai teman. Oleh karena itu Rosul senantiasa memberikan contoh kepada kita satu sifat yang sangat mulia,yaitu dermawan. Beliau senantiasa membantu orang-orang yang lemah lagi miskin.

Nah kali ini….sebuah cerita menarik akan memberikan pelajaran kepada kita bahwa sifat kikir sangat merugikan diri kita sendiri.

Disebutkan di suatu negeri yang jauh…tinggallah seorang yang sangat kaya raya bernama Louis,dia memiliki sebuah rumah yang sangat besar dan megah.

Pada saat itu mobil baru saja diciptakan ,belum sebanyak sekarang.Louis yang kaya ini berniat memiliki sebuah mobil ,kendaraan yang sangat mewah pada zaman itu, sehingga ia bisa pergi kemana pun ia mau dengan mobilnya.

Suatu hari berangkatlah Louis ke sebuah toko besar yang menjual mobil dan membeli sebuah mobil yang sangat bagus,dan tentu mahal.

Dengan hati gembira diantarkanlah mobil itu ke rumahnya.

Sesampainya di rumah mobil itu dipandangnya dengan kagum. Kemudian ia berkata dalam hati,

” aku belum bisa mengendarai mobil ini…apa yang harus aku lakukan…? Apakah aku harus membayar orang lain untuk menjadi supirku? Oh..tidak. aku tidak ingin membayar orang lain untuk menjadi supirku.karena tentu akan sangat memboroskan dan bisa jadi akan mengurangi hartaku nanti”. Louis kembali berpikir…

“ ya, baiklah …aku tahu sekarang. Agar tidak perlu mengeluarkan uang ,lebih baik aku belajar mengendarai mobil ini,sehingga aku tidak perlu membayar orang lain hanya untuk menjadi supirku. Ya..ya..ya”.

Sambil beranjak hendak masuk ke dalam rumah, langkah Louis terhenti,

“ tapi tunggu dulu, bila aku belajar mengendarai mobil, apakah aku pun harus membayar orang lain untuk latihanku? Oh sepertinya itu juga bukan hal bagus…”.

Louis berpikir ulang. Baginya membayar orang lain untuk menjadi supirnya ataupun membayar orang lain untuk melatihnya mengemudikan mobil sama-sama merugikan. Sehingga ia memutuskan untuk tidak memilih keduanya.

Beberapa saat kemudian,tiba-tiba raut muka Louis berubah senang.

“o yeah…! Aku ada ide. Lebih baik aku membeli sebuah buku panduan dan belajar mengemudikan mobil dengan mengikuti petunjuk dalam buku itu, ya! Louis memang brilliant…ha..ha..ha”.

Louis senang bukan main. Menurutnya keputusan membeli buku panduan adalah ide cemerlang yang sangat menguntungkan karena ia tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkannya.

Dengan hati yang girang tak kepalang,Louis mendatangi sebuah toko buku yang menjual bebagai macam buku. Kemudian berkatalah Louis kepada si penjaga toko,

“ saya mencari sebuah buku panduan belajar mengemudikan mobil yang baik, apakah di sini ada?”.

Dengan ramah si penjaga toko menjawab,

“ ada tuan. Sebentar…saya ambilkan “.

Tak berapa lama kemudian,penjaga toko itu pun kembali dengan sebuah buku tebal di tangannya.

“ ini dia,buku yang Tuan cari, tapi sebelumnya  maaf, sebetulnya buku panduan belajar mengemudikan mobil yang baik tidak hanya ada sebuah,melainkan terdiri dari dua jilid, akan tetapi yang tersisa  di toko hanya buku jilid satu. Apakah Tuan akan tetap mengambilnya?”,Tanya si penjaga toko.

“ ehmm..kenapa bisa tidak ada??? Ya sudahlah ! saya tetap akan membelinya, lalu kapan buku jilid dua itu disediakan lagi?”, ujar Louis kesal.

“ bulan depan ,Tuan”, jawab si penjaga toko.

Akhirnya Louis pun keluar dari toko dengan sebuah buku saja.

Sesampainya di rumah Louis segera mempelajari buku itu,mulai dari cara menyalakan mobil, hingga mengarahkan kendali. Tak membutuhkan waktu yang lama, Louis berhasil mempelajari buku itu dengan cepat.

Kemudian tibalah saatnya Louis mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya,

“ baiklah,inilah saatnya aku meluncur….aku akan pergi kemana pun aku mau..Sungguh hebat…ha.ha..”.

Jadilah Louis berkeliling kota sekehendaknya. Di jalan raya,dengan percaya diri Louis mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.

“ lihatlah ! aku hebat bukan?”, serunya bangga.

Setelah beberapa jam,tiba-tiba Louis kehausan. Dicarinya air minum di dalam mobil namun tak juga ditemukan. Louis  pun memilih untuk berhenti sejenak untuk membeli minum. Tapi kemudian Louis terkejut. Apa yang terjadi??? Louis panik dan ketakutan. Ia ingin menghentikan mobilnya tapi tak bisa . ia baru sadar bahwa apa yang di pelajarinya belum sempurna.Dari buku jilid satunya itu ia tidak mendapati bab cara menghentikan mobil, karena bab tersebut terdapat dalam buku panduan jilid dua,sehingga ia melewatkan bagian penting dalam berkendara tersebut.

“ oh tuhan….aku melewatkannya ! jilid dua…”,sesalnya.

Ia pun berteriak-teriak  meminta bantuan dan pertolongan orang-orang di sekitarnya.

“ tolong…toloooong….JILID DUA….JILID DUA….”.

Seketika orang-orang di sekitarnya menoleh memperhatikan Louis keheranan. Tidak ada seorang pun yang mengerti maksudnya.

Hingga akhirnya…..

“ tidaaaakk….gubraaaaakk”, teriak Louis .

Demikianlah akhir kisah Louis, karena sifat kikir serta kecerobohannya itulah ia mendapatkan akibat yang sangat besar.