Siluet Terindah

langit terang Sejuta lampu di antara awan-awan putih itu, lintang-lintang yang berkelip, serta sabit gemilang yang terpajang di angkasa…memenjarakan perasaan ini pada satu wacana lalu, sebuah dugaan bahwa siluet yang kulihat di atas sana saat ini, siluet sesosok putih bercahaya yang tetap indah bila kupandang, ia adalah separuh aku.

Siluet terindah. Aku hanya akan menikmatinya dari bawah sini. Memanjatkan doa untuknya. Mudah-mudahan ia temukan kebahagiaan sejatinya di sangtuari yang ia  pilih.

Terlalu jauh untuk diraih, maka kasihNya lah yang kuharap dapat sampai padanya. Dalam baitan pintaku yang tulus pada Penguasa Hati seluruh makhluk, aku katakan…berikan ia bahagia, berikan ia cintaMu ya Robbi…dekap ia dalam kasihMu, dan jagakan ia untukku.

Luas lapang langit masih lebih luas kasihNya, maka aku bersujud dan bersimpuh atas salahku masa itu. Salahku yang lalai untuk tetap menjadikanNya yang pertama, bukan siluet itu yang menempati hati ini. Ampunannya semata yang kuharap agar aku dapat kembali meniti hari dengan selalu ingat Ilahi. Sepi hati ini masih lebih baik, dan hancur seluruh jagat bila harus kehilangan cinta sejati Robbi.

Siluet Terindah…siluet 1

Kan kujaga tetap indah sebagai hiasan di atas langitku. Dan untuk yang pertama…padaMu, aku serahkan hati ini. Robbi..hab liy min ladunka rohmah..

Teman-Teman Kuliahku Pun Guruku ^_^

Di antara warna yang aku suka adalah warna kelasku. bukan sekedar warna yang dapat dinikmati mata semata. Tapi lebih dari itu, warna kelasku adalah lukisan karya Sang Designer Termaha, Allah Subhaanahu wa Ta’aala, warna kelasku adalah alunan irama nyanyian orkestra alam yang sangat mempesona, warna kelasku adalah ombak yang bergolak semangat di tengah samudera, warna kelasku adalah cambuk sang gladiator yang tengah bertarung di tengah arena penuh tantangan, warna kelasku adalah seorang dengan wajah tampan yang begitu menarik untuk dipandang, lalu diperhatikan dengan benar, seorang yang aku-anak kecil bodoh yang masih ingusan, berstatus ‘murid’ – begitu seksama memperhatikannya, karena orang tampan itu adalah Guru Baru yang amat lemah lembut yang kemudian hadir di kelasku untuk mengajariku banyak ilmu. Aku jatuh cinta padanya. Ya, warna keasku adalah guru baru yang tampan. Aku tersenyum-senyum sendiri melihat dan berada di antaranya.

prolog yang amat panjang yang bagiku tak pernah menjadi sia-sia, karena dengan prolog panjang inilah, aku dapat mengekspresikan rasa yang ada sedetail mungkin; termasuk tentang ‘guru tampan’..heeemmmz, sebetulnya, bukan benar-benar guru tampan, hanya ungkapan untuk kelasku yang sekarang  terasa dekat di hati. Di sana, ada banyak warna dari kawan-kawanku..so unique, so interesting, so inspiring,..mereka hadir dalam ‘ruang belajarku’ sebagai Guru Tampan, sekali lagi kukatakan mereka hadir sebagai GURU TAMPAN.

Agenda perkuliahan kemarin adalah nihayah kekagumanku pada skenario yang dituliskan Allah untukku. Allah mengizinkanku menemukan wisdoms in my days among them. Saat diskusi bersama mereka, saat berduduk ria bersama mereka, bahkan saat bekonflik dengan mereka…merekalah Guru Tampanku. ya, kemarin kelompokku dan beberapa kelompok lain sedang gemar sekali dengan aktivitas diskusi dan presentasi (setelah itu; skripsi, bahkan disertasi Amiin), tak jarang kami menjadi seperti berada di tengah arena sepak bola yang riuh ramai dengan suara tak terkondisi, atau seperti berada di ruang sidang yang tegang, atau bisa jadi seakan berada di panggung teater dengan beberapa tokoh yang berperan sebagai proklamator kemerdekaan atas opini dan statemen masing-masing. Menarik sekali bukan?

Aku katakan ‘Aku Jatuh Cinta, jatuh cinta pada kalian semua…’ dan seakan aku selalu berbunga-bunga menanti hari kembali ke dalam ruang kelas perkuliahan untuk berkumpul bersama-kembali. Aku menanti hari bertemu Guru Tampanku itu………………………………..Mudah-mudahan Allah mengizinkan kami semua untuk sampai di ujung perjuangan; skripsi lancar, dapat banyak ilmu, teman-teman yang akan selalu terkenang, pengalaman, dan persaudaraan yang kuat dan solid. Amin….Love You All, Guys! I Really Love You Because Of Allah and In The Name Of Allah. ^_^waktu

^_^ Go Ahead ! Bismillah…

I am twenty one years old now, it’s really unbelievable. so fast this life running is. so many times has been passed away. Dear God,…

i just can pass it as well as possible. For all i wanna do and reach for, may Allah permit me to prove it. Everything is only up to the decision Maker the Almighty. Bout ‘my cup of tea’ the sweetest thing i always miss it every moment is..i am preparing to see that time arrives. to be a good and inspiring teacher, a proffesional writer, good wife,good mom, and the most important and the first of all is to be the true Moslem, doing everything as my woshipping to Him. i try my best,..

so, now….i say to my self…

“GO AHEAD, BISMILLAH !!!”

Selendang Senja

Merona jingga seraut langit mengikis karat hati yang telah lama lapuk. Memandanginya lama seperti menikmati suatu perjalanan panjang di angkasa. Membukakan hati untuk tetap bertahan dalam kesadaran akan karuniaNya.
Saya menikmatinya..amat menikmatinya. Andai griya damaiku seindah senja lalu…penuh cahaya. Aku ingin mengajaknya bercanda ria…mengajak jiwa yang belum hadir namun sudah kurasa sayang dan kasih tercurah untuknya. Dia dan Dia yang masih terjaga dalam penjagaanNya. Menunggu masa yang telah ditentukan untuk menjadi bagian dari kehidupanku. Anakku…dan Ayah dari anakku.
Aku memimpikan senja di tepi pantai yang serta merta cahayanya memantul di permukaan air laut dan kaca-kaca jendela rumah kami yang sederhana seperti panggung teater penuh permainan lampu.
Ada kapal pak nelayan menghalau di depan mata kami…nampak kecil, namun sangat kokoh dan pasti. Sekokoh cinta sang kakek tua pada istrinya..yang pula telah tua, dan pada mereka masih terpancar keromantisan yang tercipta sedari mereka memulai mahligai suci yang terbukti dengan akad mereka di depan penghulu dan saksi. Saksi mereka adalah Sang Maha Pengasih dan penyayang. Sehingga Mahligai itu pun kokoh dalam balutan cinta yang hangat. Cantik sekali…wahai Istriku yang telah keriput sekalipun. demikian bisik sang kakek pada wanita tua yang tersenyum malu dibuatnya. Nenek pun tak diam begitu saja. ia berkata, Kau masih segagah dahulu, sayang..meski rambutmu seluruhnya telah memutih dan gigimu satu persatu absen dari barisan gigi yang lain.
Lagi..sekali lagi dan sekali lagi. sampai kapan pun, Senja tetap indah seperti tak pernah aku melihat sebelumnya. tak pernah bosan.
Anakku…dan Ayah dari Anakku, Kalian adalah asa cinta dan pintaku pada Ilahi. yang terindah dalam baitan doa yang kusebutkan dalam daftar doaku di penghujung malam.
kuharapkan pada Kalian ridhoNya yang teramat luas..bersama, menggapai surga abadi. Sangtuari Sejati.

Selendang Senja di mata Sayyeda Ayeesha.

أَيُّهَا الشَّبَاب…حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ!!!

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ الْمَحْبُوْب وَ الْمُحِبُّ إِلَى الله وَ رَسُوْلِهِ, مَا إِنْتَظَرْنَا رُأُوْسَنَا شَائِبَةً وَلَكِنَّ الْوَقْتَ لَا يَقِفُ جَارِيًا. دَقِيْقًا فَدَقِيْقًا عُمُرُنَا نَاقِصٌ, هَلْ إِسْتَعْدَدْنَا بِمَا فِى الْإسْتِقْبَالِ؟ هَذَا هُوَ مَا لَا بُدَّ أَنْ نُُفَكِّرُهُ مُنْذُ الْأنَ.

هَذَا الْعُمُرُ كَمَثَلِ النَّهْرِ الَّذِيْ تَجْرِيْ مِيَاهُهُ وَ تَسِيْلُ حَتَّى نَكُوْنَ غَافِلًا وَ نَصِيْرُ شَيْخًا وَ إِنْ لَمْ نَسْتَيْقِظْ مِنْ هَذِهِ الْغَفْلَةِ, فَالنَّدَامَةُ سَتَاْتِيْنَا. كَمَاقِيْلَ فِيْ الْمَحْفُوْظَاتِ : الْوَقْتُ كَالسَّيْفِ إِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ ٌقَطَعَكَ. فَلِذَالِكَ ٌقَبْلَ تَأَخَّرَ كُلُّ شَيْءٍ وَ حَضَرَ النَّدَامَةُ هَيَّا بِنَا نَفْتَحُ عُيُوْنَنَا لِنَنْظُرَ وَ نُقَابِلَ الضِّيَاءَ, ضِيَاءَ الْفَتْحِ وَ الْفَوْزِ وَالْفَلَاحِ.

الْفَلَاحُ هُنَا بِمَعْنَى جَعْلُ عُمُرِنَا لَهُ مَعْنًا مُفِيْدًا لَنَا وَ لِلْأ~خَرِيْنَ حَتَّى نَشْعُرُ بِالسَّعَادَةِ وَ السَّكِيْنَةِ وَ لَا نَجِدُ عُمُرِنَا مَاضِيًا وَاقِفًا بِغَيْرِ حَصَلٍ وَ فَائِدَةٍ. عَنْ هَذِهِ الْأَمْرِ ٌقَدْ أَخْبَرَنَا اللهُ فِيْ أَيَةِ الْقُرْأَنِ الْمَجِيْدِ : السُّوْرَةُ الرَّعْدُ فِيْ الثَّالِثِ عَشَرَ : [ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُ مَا بِأنْفُسِهِمْ.] مَا قَصْدُ هَذِهِ الأَيَةِ ؟ القَصْدُ هُوَ كُلُّمَا فِيْ حَيَاتِنَا, كَمَثَلِ السَّعَادَةِ أَوِ النَّجَاحِ هِيَ مَا لَا يُعْطِيْهَا اللهُ إِلَيْنَا مُبَاشَرَةً وَ يُغَيِّرُهَا لَنَا حِيْنَمَا نُرِيْدُهَا مُغَيَّرًا, لَكِنِ اللهُ أنْ يُفَضِّلهَا إِلَيْنَا بَعْدَ أَنْ نَسْعَى بِالْجِدِّ وَ نَدْأَبَ دَأْبَةً طُوْلَ الدَّائِبَيْنِ.

نُحَادِثُ عَنْ السَّعْيِ, كَيْفَ نَبْدَأُهَا اَلْأَنَ ؟ مَاذَا أَنْ نُحَاوِلَ كَأَوَّلِ الْخُطْوَةِ ؟ طَبْعًا, نَبْدَأُ سَعْيَنَا بِاسْتِعْدَادِ مَا نَحْتَاجُ بِالْغَد. كَمَا فِى الْعِبَارَةِ: [مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ إِسْتَعَدَّ], يَعْنِيْ نَسْتَطِيْعُ بِكِتَابَةِ مَا نُرِيْدُ أَنْ نَفْعَلَ وَ أَجِدَ فِى عَدَدِ السِّنِيْن الأَتِيَةِ, إِذَا نُصَمِّمُ أَنْ نَكُوْنَ مُدَرِّسًا فَنَسْتَعِدُّ لِمَا نَحْتَاجُ لِنَكُوْنَ مُدَرِّسًا: بِكُلِّيَّةِ الْمُدَرِّسِيْن فِى الجَامِعة, أَيْ نُرِيْدُ أَنْ نَكُوْنَ طَبِيْبًا فَنَسْتَعِدُّ لِلتَّعَلُّمِ بِكُلِّيَّة الطِّبِّ وَ غَيْرُ ذَلِكَ.

إِذَنْ, بَعْدَ اَنْ نَعْرِفَ مَا نَحْتَاجُ, نَحْنُ- كَالطّلبَة- فَالْوَاجِبُ لَنَا التَّعَلَّمُ بِالْجِدِّ إِسْتِعْدَادًا لِمُقَابَلَةِ مَا أَنْ نَتَوَجَّهَ بَعْدُ. إِذَا تَجِدُ الْعُسْرَ فِى التَّعَلُّمِ كُنْ صَابِرًا وَ لَا تَقِفْ للسَّعْيِ وَ الدُّعَاءِ إِلى اللهِ لِأَنَّ الله أَنْ يَنْظُرَ مَا نَعْمَلُ وَ سَيَجْزِيْ وَ يُعْطِيْ كَمَا نَسْعَى. فَاتَّقِنُوْا بِأَنَّ مَنْ جَدَّ وَجَدَ.

ثُمَّ الْخُطْوَةُ الثَّانِيَةِ هِيَ أَنْ نَعْمَلَ مَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَّسُرَّ وَ يُرْضِيَ وَالِدَيْنَا. أَكْرِمْ وَالِدَيْكَ وَ أَطِعْ مَا أَمَرَا إِلَيْكَ, لِأَنَّ الْوَالِدَيْنِ إِذَا قَدْ رَضِيَا رَضِيَ اللهُ إِلَيْنَا. فَعِنْدَمَا رَضِيَ اللهُ إِلَيْنَا فَيَكُوْنُ سَهْلًا عَلَى اللهِ أَنْ يُّسَيِّرَ سَعْيَنَا. كَمَا قَدْ حَفِظْنَا : [رِضَى اللهِ فِيْ رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَ سُخْطُ اللهِ فِيْ سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ…الْحَدِيْث]

وَ الْأَخِرَة هِيَ لَا بُدَّ عَلَيْنَا أَنْ نَذْكُرَ اللهَ وَ نَشْكُرَ إِلَيْهِ عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ الَّذِيْ قَدْ يَرْزُقُنَاهَا كَثِيْرًا. بِهَذِهِ الْكَيْفِيَّة, فَإِنْ شَاءَ اللهُ أَنْ يَحْمِلَنَا إلَى الْحَاصِلِ الْأحْسَنِ لَنَا. لِأَنَّ اللهَ َ قَدْ عَهِدَ عَلَيْنَا فِيْ أَيَةِ الْقُرْأَنِ :[ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ,… لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَ لَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ…ألأَية] لَيْسَ الْمَكَانُ لِنَرْجُوْ إِلَّا اللهَ الْوَاحِدَ. عَسَى اللهُ أَنْ يَّهْدِيْنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ وَ يُسَيِّرَ سَعْيَنَا وَ أُمُوْرَنَا كُلًّا. أ~مِيْن.

 

The little Mouse and The Strong Lion

                      Do you ever see lion? Of course we do, although only in some television all right?. Lion is the most popular animal as the strongest one. Lion called as the king of forest which eats meat, so that it is named as carnivora animal.

Now here it is. The story about the strong lion with another animal which we know it as a small one and we call it ‘Jerry’ in some film. What is it? Yeah you are right. It is mouse, the little mouse.

In some forest in Indonesia, many trees grew up well and many wild animals lived. There was a big lion which was so strong. Some day, the strong big lion was sleeping under a tree because he had just eaten and being too satisfied. Then, some little mouse was walking and crossing the head of the lion but, the little mouse did not be aware of that. He continued to walk there. At the moment , suddenly the strong big lion awakened up on being so angry and immadiately catched  the mouse and held it in his hand.

“ Arghhhh…. how dare you are, annoying my rest and awake me up from my sleeping ! . Are you bored to live , the Little mouse? You make me angry , you know?!”, said the lion.

The little mouse was so scared , she knew that too brave and to silly to fight.  She understood that she had just made some big mistake, awakening the lion from his sleeping.

“ I..I am so..sor..sorry,Majesty . For….forgive me please”, said the little mouse scaredly trying to ask forgiveness to the king of forest, the strong lion.

“ I still have children to guard and save  , Majesty..forgive , me please..”, continued the mouse. Finally the lion felt piety to the mouse. Holding his anger, he let the mouse free.

Day after day, time pass away. The lion and all animals lived peacefully in the forest. Until  some day , some hunters came there with a gun and made all animals scattered and scared. Some giraffes and gorillas were catched and prisoned. They hunted the animals cruelly.

Eventually, when the lion was taking rest and  was awareless, the hunters shooted the lion and made the lion slept. After that, they held the lion with a net.

“ Ha..ha..ha, it is unbelievable. We can catch such this strong big lion, my Brotha..we must be the famous one after we are home ”, said one of the hunters.

“yes, we are lucky..”, answered the else.

Hearing some voice, the lion awaked up. He had just known that he was in a danger. He tried to break free but unfortunately he could do nothing except screamed as loudly as possible, hoping some help would come for him.

Then , the mouse knew the incident, and came to the spot to see how the lion was being. With her courage, the mouse came closer to the lion and whispered to the lion,

“ Lion, i remember your kindness last day..you let me back to my children, so today i wanna regard you, and help you to go out from this net ”.

“ How can you do it? ”, the lion asked.

“ I will bite the rope of this net until it is broken and you can be free from this prisoning net..calm down, Majesty..”,

Step by step, the mouse broke the net until the lion could go out from there. He thanked to the mouse and went away from the hunters.  Being aware of that, the hunters were dissapointed cause the lion was not in their net. Finally, they-the lion and the mouse – were being friends since that time.

From this story, we can pick some wisdom. What is it? It  is; that we may not insult another one because every one has  superiority  each other.^_^

لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْءٍ مَزِيَّةٌ (مِنَ الْمَحْفُوْظَاتِ)

Vocabs;-    Bite (v): menggigit

–          Piety  (adj) : kasihan

–          Rope (n) : tali

–          Whisper (v)whispered (past verb ) : berbisik

–          Regard (v) : menghargai (membalas)  – insult (v) : menghina, mengejek.