Dialektika Ajaran Islam Di Daerah Bumiayu

1. Dialektika Ajaran Islam

Ajaran Islam merupakan ajaran samawi, ajaran yang bersumber dari langit, berupa wahyu. Melalui malaikat Jibril, Allah mengajarkan Islam kepada Nabi Muhammad. Maka, objek dalam pengajarn ini hanya satu, ajaran islam itu sendiri.

Namun, pada syiar dan penyebarannya, ajaran agama Islam mengalami tambahan corak warna. Ketika ajaran Islam itu diajarkan kepada masyarakat -di Jazirah Arab sekalipun- tetap mengalami tambahan warna atau banyak sedikitnya terpengaruh oleh apa yang telah ada dalam suatu daerah yang menjadi ranah dakwah Islam. Inilah yang menjadi asal-usul adanya dialektika ajaran Islam.

Jadi, pada dasarnya ajaran Islam hanya satu, yakni apa yang Allah sampaikan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Namun, di dalam daerah-daerah yng ajaran Islam masuk ke dalamnya itulah yang menambahkan warna pada ajaran islam yang sesungguhnya, yang diajarkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad.

2. Dialektika Ajaran Islam Di Bumiayu

Bumiayu merupakan daerah kecamatan yang terletak di kabupaten Brebes. Sebuah daerah yang kaya akan lahan persawahan dan perkebunan. Karenanya, penduduk Bumiayu sebagian besar adalah petani.

Dengan latar belakang mereka sebagai petani, -dan sebelum Islam datang- di Bumiayu sendiri sudah ada agama Hindu yang sudah dikenal dan dianut oleh masayarakat Bumiayu. Maka sudah barang tentu, di daerah Bumiayu ini terjadi percampuran warna atau penambahan warna terhadap ajaran Islam. Tidak dapat diukur ajaran mana yang lebih banyak mempengaruhi atau lebih kuat dalam praktisnya. Namun, di sinilah dialektika ajaran Islam terbentuk.

Banyak contoh yang menunjukkan adanya dialektika ajaran Islam di wilayah Bumiayu. Antara lain, 1) Pada 4-5 tahun yang lalu, dan masih ada sampai saat ini -meski sudah mulai hilang- para petani ketika hendak menanam atau memanen, mereka menyajikan sesajen atau sajen yang diperuntukkan kepada Dewi Sri, Dewi yang dikenal oleh penganut Hindu sebagai dewi yang membawa dan atau membagi rezeki.

Kepercayaan terhadap Dewi Sri ini terdapat dalam ajaran agama Hindu. Akan tetapi, oleh masyarakat Bumiayu -yng secara keyakinan telah beralih kepada Islam- acara ritual memberi sesajen kepada Dewi Sri tetap dijalankan. keyakinan bahwa dengan sesajen ini Dewi Sri akan memberkahi apa yang ditanam dan dipanen tetap dipegang oleh sebagian masyarakat Bumiayu, terutama orang-orang Bumiayu yang secara usia terbilang sepuh. Orang-orang tua, pada 5 tahun yang lalu, bila masa panen tiba, mereka menyajikan sajen serta menaruh air yang ditempatkan di gelas dan gelas tersebut kemudian ditanamkan di dalam kandi, yaitu karung yang berisi beras yang baru mereka giling. Gelas diletakkan di bagian atas beras, sehingga air dalam gelas tidaklah sampai mengenai beras hasil panen tersebut secara langsung.

Adapula selain keyakinan yang menjadi adat seperti memberi sajen kepada dewi Sri, yaitu 2) Diadakannya slametan atau pemanjatan doa bersama ketika ada seorang ibu hamil memasuki usia 4 bulan, atau 7 bulan. Biasanya orang yang menjalani atau mengadakan acara empat bulanan atau Ngupati, mereka membagi-bagikan makanan, dan di antara makanan yang dibagikan adalah ketupat dengan empat macam rupa, serta makanan lainnya 3) Tahlilan, yaitu doa bersama yang dipanjatkan kepada Allah untuk orang yang meninggal agar diberi kelapangan di alam kubur sana.  4) Slametan ketika ada orang yang baru pindahan rumah, didoakan rumah tersebut agar nyaman dan aman ditempati.

Demikian sebagian dari dilektika ajaran islam di Bumiayu muncul. Banyak faktor yang begitu kuat di daerah Bumiayu yang kemudian dalam penerapannya menjalankan aktifitas keagamaan ini masih tercampur dengan adat dan budaya lama yang sudah ada sebelumnya.

Wallahu A’lamu Bi s Showaab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s