Mencari Kebenaran

Serpihan kedua…

Masih terpenjara. Suasana tidak mengenakkan membuatku ingin menemukan jalan untuk keluar. Sungguh ingin bebas dari tempat semacam kuburan ini. Tak berkawan kecuali kegelapan. Sampai kemudian aku tertidur.

Satu detik… dua detik … tiga detik… hingga satu abad kulalui.  Sampai pada detik itu…satu suara membangunkanku,

“ hei kau ! bangunlah..jalan keluar ada di sini ,jalan yang benar seperti yang kau cari…!”

Aku senang bukan main,

“benarkah ? di mana?”,tanyaku. Namun tak ada seorang pun di sana, tak kulihat apapun di sana. Hanya ada gelap seperti yang kulihat sebelumnya.

“tengoklah kesini !! , kata suara itu lagi .

“di mana ? aku tak melihat apapun ? ” ,tanyaku takut

“bukan di sana , tapi kemari…..  di sebelah sini . .”, suara yang berbeda memanggilku.

Aku mulai ragu.

“ Keduanya bukanlah jalan yang benar, di sini ! hanya jalan yang kutunjukkan inilah jalan yang benar..”, suara ketiga terdengar tiba-tiba di antara keduanya.  Sampai aku tak bisa membedakan suara-suara itu. Semuanya menyuarakan kebenaran ; memberitahukan jalan keluar. Aku tersesat. Benar-benar tersesat.

Dinding-dinding dingin yang mengelilingiku  berubah memiliki mulut-mulut yang kesemuanya berbicara tanpa jeda. sangat bising.  dan semakin bising, melebihi bisingnya pasar swalayan ataupun terminal.

Hingga telingaku tak kuat lagi untuk mendengar. Lelah tak terperi indera pendengaranku menangkap suara-suara itu, meski telah kututup rapat-rapat telingaku. Sakit rasanya kepala ini,…Oh…sakit rasanya telinga ini…sakit rasanya tangan ini, sakit rasanya tulang-tulang ini. Sakit rasanya sekujur tubuh ini,… dada ini…

 

Mencari Kebenaran

Serpihan pertama…
Hari semakin gelap. Petang mulai menguasai jagat raya,dan cahaya menghilang. Menjelang malam dunia berubah senyap. Tak ada suara. tak ada gerak. Tak ada apa-apa. Hanya warna hitam yang menyelimuti malam dan lagu sepi yang membungkam seluruh penghuni dunia ; dari makhluk semacam semut pun ,sampai manusia seluruhnya bersembunyi di rumah-rumah mereka.
Naasnya aku hanya seorang diri. Terpenjara di gelap malam yang sepi. Di dalam ruang yang tak berpintu. Hanya ruang dengan dinding-dinding dingin yang mengelilingiku. Tak ada celah untuk sekedar melihat ke balik dinding. Seberkas cahaya pun tak kutemukan di sana. Aku bertanya pada diriku,”tempat apakah ini?”. Kemudian terdengar suara berat menjawabku,”ini adalah hatimu !!”.
Aku terperanjat,aku ketakutan, “siapa kau?!”. Tak ada seorang pun di ruangan itu. Sudah kukatakan aku hanya seorang diri. Namun,dari mana asal suara itu,suara yang menakutkan,suara yang berat dan keras… entahlah ! tak ada jawaban . Hanya sekali itu suara berat itu muncul. Setelahnya,keheningan dan sepi yang tersisa. Tetap dengan kegelapan.

Banyumas,2011.

Pengen Bikin Sejarah Sendiri….^_^



?????







gun9Main-main di Buper Munjuluhur sama anak-anak, ikutan narsis dikit sama temen.

 

 

 

 

 

 

Pengennya siy momen-momen yang unik didokumentasi dengan rapi, cuman…agaknya baru sadar, banyak yang sudah lewat. Biarlah. Harapannya bisa jadi cerita dan motivasi untuk adik-adik, atauuuu, anak-anakku kelak, kalo umminya bla..bla..bla..(yang penting bukan narsis tanpa alasan).

 

clsc4

Sungguh deh, menarik, kalo punya sejarah sendiri..penting buat menyegarkan apa aja yang bisa dipetik (hikmahnya, bukan buah…cause, lagi ngga musim). Lagi mewek, lagi ngguyu, lagi traveling..hiking..wah, pokoknya buanyaak.ceriaaaaa!!!!

Yang belum kesampean juga masih banyak, pada ngantri malah di list of my Adventures; mblusukan di alas liar, camping di tempat terjadi bencana…(bukan liburan, tapi menolong sesama), hiking, berjalan di tepi pantaaaaai..berhembus angin yang..(bukan lagi nyanyiii lhooo), etc.

Udah lah yaaa…

jadi ngayal gini, hihihi…bukan sekedar ngayal, tapi niat dan rencana…otomatis prioritasnya setelah yang bener-bener merupakan hajat, ngga asal realisasi. Misal nih ya, yang hajat…bisa S2..bisa Zu..eh, hehehe..rahasia ding, masa kasih tahu orang…ati2

 

 

 

clsc

 

clsc2

 

 

 

 

^_^ Indahnya Malam Ini…

Beberapa malam lalu, -entah bagaimana awalnya- aku dapati sebuah mimpi yang amat membahagiakan. Seperti aku lah yang paling bahagia malam itu. Tiba-tiba saja, aku menjadi seorang ibu di alam tidurku. Aku menggendong bayi yang amat tampan, wajahnya menawan dengan senyum tak pernah lepas tiap kali aku memandang matanya. Raut wajahnya putih merona. Kucium ia berulang kali. Menjadi seorang ibu muda. Aku benar-benar bahagia, meski aku sadar itu bukanlah nyata. Aku sudah jatuh cinta, sudah sayang pada ‘mereka’ yang belum hadir sebenarnya.

Mendekatiku yang tengah bercanda bersama buah hatiku, seorang ikhwan dengan jas hitam rapi muncul. Ia memanggilku dan anakku dengan lembutnya. “ De, Mas mau cium Kaka sini..”, katanya, memanggil anakku dengan ‘kaka’.

Siapa dia? Kataku dalam hati. Wajahnya tak kukenal sama sekali.  Aku baru sadar. Ialah imamku, suamiku di sini. Sebuah dunia semu yang menjadikanku sempurna. Aku tersenyum dan mengucap tasbih saat mataku terbuka. Subhaanallah… Aku menyayangi mereka, sejak saat ini. Sejak mereka telah Allah cantumkan menjadi bagian dari takdirku nanti. Allah, izinkan aku menjadi sebagaimana yang kualami dalam mimpi indah malam ini. Suatu saat nanti. Aamiin ya Robba l ‘aalamiin.

Membuka sebuah sosial media, ada tulisan penuh makna kutemukan. Menyentuh hatiku. Bismillah. Aku ingin membagikannya pada yang lain, men-share-kannya kembali. Berharap ada yang dapat turut mengambil hikmah darinya. Sebuah Akun Dakwah, Indahnya Cinta Karena Allah menuliskan;

Untukmu Calon Imamku Yg Akan Bertahta Di Hatiku

Tahukah engkau,sebenarnya hatiku menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu…

Karena bagiku, Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang, bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?

Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?

Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang, bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?

Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang, bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?

Aku yang mencintaimu ini, tak kan mampu memberikanmu hati yang bekas, sedangkan Allah telah menyiapkan untukku pasangan terbaik yaitu engkau…

Meskipun, aku belum pernah tahu siapa engkau karena hanya pernikahan yang akan menyibakkan tabir..siapakah engkau yang akan dikaruniakan Allah untukku..

Tetapi hatiku ini telah belajar mencintaimu sejak dulu, karena kutahu bahwa setiap manusia telah ditentukan pasangannya ketika masih di dalam rahim ibu.

Namun naluriku mengingatimu, ketika fitrah cinta itu harus datang menggebu di masa penantianku…Oleh karenanya bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik dalam pencarianmu, dan jagalah pandanganmu, bila engkau tidak mampu menahan rasa cemburu ketika pandanganku tidak terpelihara kepada yang bukan mahramku..

Namun sekarang engkau bukanlah siapapun bagiku, hingga waktu di mana Allah meridhai dan kita halal bertemu , Untukmu Calon Imamku yang akan bertakhta dihatiku, sampai saat ini aku tidak tahu siapa engkau,kecuali ijab qabul telah terucap untuk menghalalkan kita bersatu…

 الّلهمّ إنّي أسأل حبّك و حبّ من يحبّك و العمل الّذي يبلّغني إلى حبّك…..

“Ya Allah, Ya Tuhanku…Kupinta kan cintaMu, kupinta cinta seorang yang mencintaimu, dan kupinta amal yang menyampaikanku pada cintaMu…Bimbing aku tuk mengabdi setia padaMu”.

 

Indahnya Cinta Karena Allah

Untukmu, Saudara- saudariku yang kan penuhi syari’atNya tunaikan Sunnah Rasul yang terindah…

“Tidak ada kalimat terindah yang pernah seorang wanita dengar kecuali saat ada seorang laki-laki menyatakan kesediaannya menanggung segala kebutuhannya, membimbingnya, menjadikannya bertahta dalam kedaulatannya yang adil nan bijaksana. Ialah seorang yang bukan siapapun pada mulanya, kemudian datang dengan senyuman yang tersungging tulus menawarkan pundaknya untuk bersandar. Menuntun sang permaisuri hatinya dengan segala kehormatan dan kasih sayang demi kebahagiaan bersama di bawah naung ridho Sang Maha Pencipta.

kasih

Tanggung jawabnya yang besar ia pikul dengan kebanggaan dan kebahagiaan, bahwa ia telah temukan seorang wanita tercantik yang bersamanya segala beban itu menjadi ringan karena ketaatan dan kepatuhannya, segala gundah tak pernah lagi ada karena ada sang setia menemani dan menghangatkan malam-malamnya, kata-kata lemah lembutnya yang mendamaikan segala kegelisahan yang membuncah. Sesaat saja sirna dengan senyum dan lakunya yang menyejukkan jiwa.

Semakin waktu berlalu, sakinahnya tetap saling membina. Mawaddahnya tak pernah berubah. Rahmah senantiasa tercurah. Meski, tak jarang bumi berguncang, dan ombak memberontak, sang nahkoda tetap kukuh memandu, dengan penuh harap dan doa bahwa Allah pasti kan kuatkan dan teguhkan kapalnya. Karena cintanya terbina dengan nama Allah, karena Allah.

Menyaksikan imamnya yang teguh iman dan upaya, hati permaisuri takkan beku selamanya. Ia menangis. Lubuk terdalamnya tetap dan akan tetap mengabdikan diri pada suaminya tercinta. Yang pertama kali datang padanya dengan senyum yang tulus, yang tawarkan pundaknya tanpa ragu dan mengeluh. Sedia menjaga dan mengasihinya. Yang padanya pintu surga Allah dapat terbuka.

sun tangan

Wahai Robb..Sang Pencipta yang telah menyatukan Adam dan Hawa, yang menyatukan rusuk-rusuk pada wadahnya..jadikan jiwa-jiwa yang saling mencinta atas namaMu bersatu selamanya dalam surgaMu yang terindah, jadikan jiwa-jiwa yang saling berkasih karenaMu menjadi raja dan permaisuri yang menghuni istanaMu, karuniakan pada keduanya putra-putri yang shaleh dan shalehah, yang menjadi qurrata a’yun, yang meluaskan maghfirahMu atas ayah bundanya..Aamiin aamin ya Robba l ‘aalamiin….

 doa

 

Mencari & Menjadi…Ada apa?

Kemarin,  mata saya tiba-tiba saja tertarik untuk melirik sebuah postingan dari Indahnya Cinta Karena Allah di facebook, …

“Jangan MENCARI tapi MENJADI..

Jangan mencariyang baik, tapi jadilah yang baik, jangan mencari yang sholeh, tapi jadilah akhwat sholehah.. jangan mencari yang sholehah, tapi jadilah ikhwan sholeh…

Karena walaupun kita mencari tapi diri kita tidak menjadi, ALLAH tidak akan memberikan.. namun jika kita menjadi tanpa mencaripun ALLAH sudah menyiapkan karena untuk masalah jodoh, ALLAH akan memberikan sesuai dengan kepribadian & kadar keimanan kita.. (QS.An-Nur:26)

Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan. Sadari bahwa apa yg kita dapatkan hari ini adalah yang terbaik menurut ALLAH & jangan pernah ragu, karena kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat
menjalani hidup ini…

Janganlah kamu mencintai seseorang dengan cara yang berlebihan, karena bisa jadi suatu ketika nanti kau akan malah balik
membencinya, Begitu pula dengan benci, janganlah kamu membenci seseorang dengan mendalam, karena bisa jadi pada suatu hari nanti kamu malah balik
mencintainya” (Ali bin Abi Thalib ra).

Berusaha mencari orang yang baik-baik dan sholeh untuk di jadikan pasangan hidup memang suatu yang baik..Tetapi lebih baik menjadikan diri sendiri orang yang baik terlebih dahulu sebelum memberi selembar kriteria sebagai calon, pendamping, lebih baik kita dulu di utamakan dalam mempelajari Agama Islam dan Mengamalkannya….

Berusahalah menjadi baik kepada yang lebih baik..

Semoga kita di pertemukan jodoh dengan orang baik Agamanya, tentunya baik dalam pilihan-Nya…

Aamiin ya Rabbal’alamin..”

Secara mendadak rasa dalam hati, logika dan ragaku mengasosiasikan semua yang kubaca barusan dengan apa yang kualami sendiri. Dalam nyata. Ternyata sangat menarik untuk kita teliti apa-apa saja yang telah kita perbuat. Bukan dengan alasan riya’ atau apapun. Akan tetapi justru untuk muhasabah diri, evaluasi diri..sudahkan aku MENJADI? Ataukah masih MENCARI (SAJA)? Nista namanya jika kita selama ini hanya berupaya MENCARI YANG TERBAIK sementara diri kita sendiri belum BERUPAYA MENJADI YANG BAIK.

Mudah-mudahan Allah bimbing kita untuk MENJADI ORANG BAIK, sehingga akan dipertemukanNya pula dengan ORANG YANG BAIK, tanpa kita MENCARI. Aamiin.