Mirip Nggak Mirip

Karya: Khanza Saidatina

Siswi kelas 3 Discipline SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01

Arysad dan Ilham berjalan-jalan di dekat pasar. Seorang anak lelaki seusia mereka tiba-tiba menghampiri mereka. anak laki-laki itu lalu meperhatikan wajah Arsyad.

“ada apa sih?”, tanya Arsyad yang merasa risih diperhatikan seperti itu. Diitatapnya wajah anak itu dengan keheranan.

“Kamu..ehm..pasti adiknya Raffi Ahmad, bintang sinetron terkenal itu, ya?”, kata si anak lelaki. Dia memandangi lekat-lekat wajah Arsyad, “ Benar, kamu pasti adiknya Raffi Ahmad ! iya kan??!”.

Arysad seketika menggelengkan kepala. “ Tidak!”, katanya tegas. “ Aku bukan adiknya Raffi Ahmad”.

“Bukan??”, si anak laki-laki tampak keheranan.” Ngga usah bohong gitu, deh. Kamu pasti adiknya Rffi Ahmad, iya kan? Ngaku aja..”.

“ Bukan”, kata Arsyad lagi. “ Kamu bagaimana sih??! Aku sudah bilang aku bukan adiknya Raffi Ahmad, tapi kamu malah ngotot begitu. Kenapa kamu ngga percaya sih?”.

“ Ngga usah bohong”, balas si anak laki-laki. Tetap dengan sangkannya.

“ Kalau iya, aku ngga ngapa-ngapain kok. Pliiis…kamu adiknya Raffi Ahmad kan, Ihhh…”.

“ Aku bukan adiknya Raffi Ahmad…permisi ya, kita harus pergi. yuk, Ilham… kita kan sedang diminta ibu membeli tomat ”.

Catatan Perjalanan : Dian Nafi’ (Level V Utsman


Catatan Perjalanan :
Dian Nafi’ (Level V Utsman bin Affan SD IT Al-Irsyad 01 Purwokerto)

25 – 26 Desember 2012

Sore itu bapak menegurku “ayo cepat lari terus…. mendaki Gunung Merapi membutuhkan fisik yang kuat”. Akhirnya aku teruskan berlari untuk persiapan mendaki. Kadang aku lari muter di GOR Satria, kadang lari dari Purwokerto ke Purbalingga dan kalau capek banget berhenti dulu. Tapi aku sudah terbiasa latihan fisik seperti di klub bulutangkis sebelumnya. Aku dibelikan sepatu gunung dan pelindung kaki (gaitter) lewat internet, ketika barangnya datang aku senang sekali. Aku pakai dan lihat di cermin, tidak lupa pakai tas punggung dan topi, seperti seorang pendaki cilik. Pada tanggal 25 Desember sebanyak 6 orang dengan teman-teman bapaku mulai berangkat dari Purwokerto jam 09.00 pagi, lewat Banjarnegara dan Magelang. Sepanjang jalan pemandangannya bagus sekali, akhirnya aku sampai di Selo Kabupaten Boyolali. Disitu adalah desa terakhir di kaki gunung Merapi.
Sebelum naik gunung harus mendaftar dulu di Pos jaga dan mempersiapkan alat mendaki, diantaranya adalah tenda dome, ransel, topi, jaket, tali, pisau, HT, kantong tidur, alat masak, makanan, air dll. Aku mulai mendaki dari Base Camp jan 23.30 dengan melalui ladang penduduk, kemudian masuk hutan. Jalannya susah sempit dan menanjak. Cuaca malam itu cerah sekali, kelihatan bintang-bintang di langit gelap. Dari atas tampak hamparan lampu-lampu kota Solo, Boyolali, Magelang dan Salatiga.
Jam 04.45 sudah mulai kelihatan warna merah dari arah Timur, tidak lama kemudian mulai muncul sinar matahari terbit (sun rise). Sholat subuhnya sambil duduk di batu dan dengan bertayamum. Pada jam itu sangat dingin sehingga membuat perapian untuk menghangatkan badan dengan kayu-kayu yang ada di sekitarnya. Setelah itu istirahat sejenak membuat mie instan, susu coklat dan makan roti. Bapak juga bawa buah apel kesukaanku, dikupasin lagi.
Perjalanan dilanjutkan melewati rumput dan tumbuhan kecil (perdu, sabana) sampai ke batas vegetasi (batas antara tumbuhan terakhir dengan pasir bebatuan). Disitulah bapak mengajak untuk berdoa di “In Memorium” para pendaki yang telah gugur di Gunung paling aktif di dunia. Sedih rasanya, jadi ingin menangis. Tampak jelas lereng yang sangat curam menuju kawah Merapi di puncak. Pasir dan batu-batu kecil sampai besar yang gampang lepas. Perjalanan ini butuh waktu lama karena harus hat-hati dan semua pendaki berpencar agar tidak kena batu dari pendaki lain di atasnya.
Akhirnya sampai juga di puncak Gunung Merapi yang tadi pagi kelihatan cerah. Pada saat jam . 09.40 kabut dan bau gas belerang yang sangat menyengat sehingga bapak memutuskan hanya 10 menit di puncak. Indah sekali.. mengerikan, luas…. Allah SWT Maha Pencipta dan Maha Agung.
Kemudian semua turun dengan fisik yang sudah lunglai, sampai di Base Camp pendakian jam 15.00 sore. Di base camp sudah ada makan telur goreng, kerupuk dan sayur tempe, tapi nikmatnya luar biasa tidak seperti makan di rumah. Terasa sangat lelah, dingin.. tapi puas.. melihat dari dekat kawah Merapi. Gunung yang banyak merenggut korban jiwa saat terjadi letusan dan awan panas. Bukti kebesaran-Mu ya Allah.
Akhirnya semua tertidur pulas, jam 12.00 malam semua dibangunkan bapak dan saatnya pulang ke Purwokerto. Selamat tinggal Merapi yang cantik… esok lusa aku datang lagi. Aku selalu merindukanmu.
Banyak pelajaran yang diambil dalam pendakian menuju Puncak Merapi ini. Harus sabar, harus bisa bekerjasama dengan yang lain, kuat fisik, harus berani dan semangat. Tidak lupa selalu mengingat Allah dalam setiap langkah, keagungan keindahan kesempurnaan….. Allah karunia dan rakhmat-Mu juga yang akan mengiringi kami.

النبأ
(BERITA BESAR)
Surat ke 78 : 40 ayat

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,
وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

Foto Dokumentasi :

Santai di Base Camp sebelum mendaki Istirahat sejenak dalam perjalanan

Nafi minta dikupasin apel Berdoa di “In Memorium” smoga diterima di sisi Allah SWT.

Hi hi… ada pendaki dari Italia Lanjuuutt!!! Semangat……semangaaaatt

Medan berpasir dan batuan lepas Medan berpasir dan batuan lepas
Dengan kemiringan ± 45º Dengan kemiringan ± 45º

Medan batuan yang terjal dan berkabut Matahari mulai bersinar… hangaaat

Di bibir kawah puncak Merapi Bye bye Merapi…….. suatu saat aku datang lagi

Latar belakang adalah Gunung Merbabu

Walaupun aku anak yang manja.. tapi harus berani

Nabi Dawud Alaihi s Salaam

 

 

Nabi Dawud adalah termasuk nabi Bani Isroil dari anak cucu Yahuda putra Nabi Yaqub a.s. beliau diberikan anugerah oleh Allah sebagai seorang nabi dan seorang raja sesudah thaluut.

kisah nabi Dawud bermula dari ketidaktaatan kaum Bani Israel kepada perintah pemimpinnya,yakni nabi Musa. Ketika nabi Musa memerintahkan Bani Israil untuk berperang memasuki Kan’an atau Palestina, mereka menolak. Sehingga Allah memberikan hukuman kepada Kaum Bani Israil, yakni terperangkap di gurun Sinai selama empat puluh tahun. Setelah kerajaan Nabi Musa berakhir, kepemimpinan berganti dan jadilah bani Israil dipimpin oleh Yasyu, Yusya’, yang berhasil memimpin dan menaklukan daerah sekitar Amaliqoh, Madyan, Aram dan lainnya, memimpin memasuki palestina. Setelah yusya’ dan para pemimpin lainnya meninggal dunia, mereka terpecah-pecah, tertimpa banyak masalah dan melupakan ajaran Taurat. Alhasil, ketika terjadi perang kembali dengan orang palestina, yng dipimpin oleh Jalut, Bani Israel mengalami kekalahan yang menghinakan; wanita dan anak cucu mereka dihinakan dan peti yang berisi catatan Taurat juga dirampas dibawa ke rumah Dajon, tuhan dari orang Palestina.

Dalam situasi kritis tersebut, Bani Israel meminta pada orang paling shaleh di antara mereka, Nabi Syamuil untuk diangkatkan bagi mereka seorang raja yang dapat memimpin perang dan mengembalikan lagi kehormatan Bani Israel. Jawaban dari Nabi Syamuil adalah sebuah sindiran, yang tercatat dalam al Baqoroh;246 yang berbunyi: adalah mungkin sekali kalian akan mundur diri, ketika kalian diajak berperang, persis seperti dahulu di era Musa.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلإ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلا تُقَاتِلُوا قَالُوا وَمَا لَنَا أَلا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلا قَلِيلا مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ (البقرة 246)

Artinya:

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israel sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha mengetahui orang-orang yang lalim

Setelah muhadatsah tersebut, akhirnya disampaikan kepada mereka seorang pemimpin bernama Thalut, untuk menyatukan mereka. Tahlut adalah keturunan Bunyamin adik yusuf. Bani Israel menentangnya, karena raja-raja Bani Israel sebelumnya adalah dari kalangan atau keturunan terhormat. Sebab, raja-raja Bani Israel umumnya adalah keturunan Yahudza, sedangkan nabi-nabi keturunan Lawi. Selain itu, Thalut juga seorang miskin sehingga hal itu menambah Bani Israel tidak menghormati Thalut, karena bagi mereka kekayaan adalah ukuran keutamaan dan kemuliaan.

Menjawab pertentangan Bani Israel, Nabi Syamuil berkata, “ Thalut memiliki jiwa kepemimpinan dan pengetahuan, sehingga ia layak menjadi pemimpin”. Oleh karena itu, Thalut tetap diangkat sebagai panglima, yang akan memimpin mereka merebut kembali peninggalan Musa dan Harun, seperti sabak-sabak (lembaran-lembaran) berisi ajaran Allah Ta’aala. Sebagaimana tercantum dalam surat al Baqoroh ayat 247-248;

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 1 وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ( البقرة 247-248)

Artinya:

Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.)247) Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman (248)

Thalut pun akhirnya memimpin Bani Israel untuk berperang, namun terbukti sebagian Bani israel mengingkarinya, dan hanya sebagian yang menyertainya. Dengan alasan, karena takut dengan orang palestina yang masyhur namanya sebagai figur perkasa, terlebih dipimpin oleh orang yang kuat bernama Jalut, yang terkenal keji, kejam dan tak berperi kemanusiaan. Namun begitu, Thalut dan sedikit pengikutnya itu tetap maju untuk berperang, melewati perjalanan yang panjang melalui pegunungan dan padang pasir gersang.

Ketika melewati sungai, Thalut berpesan kepada prajuritnya agar tidak meminum air sungai dengan berlebihan, karena akan mengakibatkan kekembungan. Ternyata benar, dalam surat ayat selanjutnya, yaitu ayat 249 sampai dengan 251 disebutkan;

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلا قَلِيلا مِنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِ ينَ< وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ> فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الأرْضُ وَلَكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Artinya:

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”(249) Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.(250) Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.(251)

Pada peperangan tersebut, Thalut diberi kemenangan oleh Allah melalui seorang tentara muda yang perkasa, bernama Daud, yang berhasil mengalahkan Jalut. Sepeninggal Thalut inilah, akhirnya Daud diangkat menjadi pengganti Thalut sebagai Raja dan Nabi.

Dalam sebagian sumber disebutkan bahwa Nabi Daud membagi hari-harinya menjadi empat alokasi; Sehari untuk beribadah kepada Allah, sehari untuk mengadili dan mengurusi perkara, sehari untuk memberi pengajaran, dan sehari lagi untuk memenuhi hajat dan kepentingan pribadi dan keluarga. 

Nabi Daud diberikan mujizat oleh Allah memiliki suara yang merdu dan enak didengarkan baik manusia, jin, burung-burung, gunung, Angin serta daun-daun. Mereka senang mendengarkan suaranya. Di samping itu Allah juga menganugerahkannya kekuatan pada tangannya, yakni bila memegang besi, besi itu akan lunak, dan membuatnya menjadi bermacam-macam keperluan tanpa dipanaskan dengan api. Ia pun dapat melakukan segala sesuatunya dengan adil dan bijaksana, sehingga umatnya merasa puas dengan segala yang diputuskan.

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالإشْرَاقِوَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌوَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ( ص~18-20)

Artinya:

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan (Q.S. Shaad;18-20)

 

The little Mouse and The Strong Lion

                      Do you ever see lion? Of course we do, although only in some television all right?. Lion is the most popular animal as the strongest one. Lion called as the king of forest which eats meat, so that it is named as carnivora animal.

Now here it is. The story about the strong lion with another animal which we know it as a small one and we call it ‘Jerry’ in some film. What is it? Yeah you are right. It is mouse, the little mouse.

In some forest in Indonesia, many trees grew up well and many wild animals lived. There was a big lion which was so strong. Some day, the strong big lion was sleeping under a tree because he had just eaten and being too satisfied. Then, some little mouse was walking and crossing the head of the lion but, the little mouse did not be aware of that. He continued to walk there. At the moment , suddenly the strong big lion awakened up on being so angry and immadiately catched  the mouse and held it in his hand.

“ Arghhhh…. how dare you are, annoying my rest and awake me up from my sleeping ! . Are you bored to live , the Little mouse? You make me angry , you know?!”, said the lion.

The little mouse was so scared , she knew that too brave and to silly to fight.  She understood that she had just made some big mistake, awakening the lion from his sleeping.

“ I..I am so..sor..sorry,Majesty . For….forgive me please”, said the little mouse scaredly trying to ask forgiveness to the king of forest, the strong lion.

“ I still have children to guard and save  , Majesty..forgive , me please..”, continued the mouse. Finally the lion felt piety to the mouse. Holding his anger, he let the mouse free.

Day after day, time pass away. The lion and all animals lived peacefully in the forest. Until  some day , some hunters came there with a gun and made all animals scattered and scared. Some giraffes and gorillas were catched and prisoned. They hunted the animals cruelly.

Eventually, when the lion was taking rest and  was awareless, the hunters shooted the lion and made the lion slept. After that, they held the lion with a net.

“ Ha..ha..ha, it is unbelievable. We can catch such this strong big lion, my Brotha..we must be the famous one after we are home ”, said one of the hunters.

“yes, we are lucky..”, answered the else.

Hearing some voice, the lion awaked up. He had just known that he was in a danger. He tried to break free but unfortunately he could do nothing except screamed as loudly as possible, hoping some help would come for him.

Then , the mouse knew the incident, and came to the spot to see how the lion was being. With her courage, the mouse came closer to the lion and whispered to the lion,

“ Lion, i remember your kindness last day..you let me back to my children, so today i wanna regard you, and help you to go out from this net ”.

“ How can you do it? ”, the lion asked.

“ I will bite the rope of this net until it is broken and you can be free from this prisoning net..calm down, Majesty..”,

Step by step, the mouse broke the net until the lion could go out from there. He thanked to the mouse and went away from the hunters.  Being aware of that, the hunters were dissapointed cause the lion was not in their net. Finally, they-the lion and the mouse – were being friends since that time.

From this story, we can pick some wisdom. What is it? It  is; that we may not insult another one because every one has  superiority  each other.^_^

لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْءٍ مَزِيَّةٌ (مِنَ الْمَحْفُوْظَاتِ)

Vocabs;-    Bite (v): menggigit

–          Piety  (adj) : kasihan

–          Rope (n) : tali

–          Whisper (v)whispered (past verb ) : berbisik

–          Regard (v) : menghargai (membalas)  – insult (v) : menghina, mengejek.

Louis Yang Kikir

^_^ Inspired by My Dad; his story about his teacher in his last college..Gontor Ponorogo, years ago.

Kikir adalah salah satu sifat yang tidak disukai Allah,karena sifat kikir berlawanan dengan ajaran agama islam yang mengajarkan kita untuk saling sayang menyayangi dan memberi.Selain itu sifat kikir juga bisa menyebabkan kita tidak mempunyai teman. Oleh karena itu Rosul senantiasa memberikan contoh kepada kita satu sifat yang sangat mulia,yaitu dermawan. Beliau senantiasa membantu orang-orang yang lemah lagi miskin.

Nah kali ini….sebuah cerita menarik akan memberikan pelajaran kepada kita bahwa sifat kikir sangat merugikan diri kita sendiri.

Disebutkan di suatu negeri yang jauh…tinggallah seorang yang sangat kaya raya bernama Louis,dia memiliki sebuah rumah yang sangat besar dan megah.

Pada saat itu mobil baru saja diciptakan ,belum sebanyak sekarang.Louis yang kaya ini berniat memiliki sebuah mobil ,kendaraan yang sangat mewah pada zaman itu, sehingga ia bisa pergi kemana pun ia mau dengan mobilnya.

Suatu hari berangkatlah Louis ke sebuah toko besar yang menjual mobil dan membeli sebuah mobil yang sangat bagus,dan tentu mahal.

Dengan hati gembira diantarkanlah mobil itu ke rumahnya.

Sesampainya di rumah mobil itu dipandangnya dengan kagum. Kemudian ia berkata dalam hati,

” aku belum bisa mengendarai mobil ini…apa yang harus aku lakukan…? Apakah aku harus membayar orang lain untuk menjadi supirku? Oh..tidak. aku tidak ingin membayar orang lain untuk menjadi supirku.karena tentu akan sangat memboroskan dan bisa jadi akan mengurangi hartaku nanti”. Louis kembali berpikir…

“ ya, baiklah …aku tahu sekarang. Agar tidak perlu mengeluarkan uang ,lebih baik aku belajar mengendarai mobil ini,sehingga aku tidak perlu membayar orang lain hanya untuk menjadi supirku. Ya..ya..ya”.

Sambil beranjak hendak masuk ke dalam rumah, langkah Louis terhenti,

“ tapi tunggu dulu, bila aku belajar mengendarai mobil, apakah aku pun harus membayar orang lain untuk latihanku? Oh sepertinya itu juga bukan hal bagus…”.

Louis berpikir ulang. Baginya membayar orang lain untuk menjadi supirnya ataupun membayar orang lain untuk melatihnya mengemudikan mobil sama-sama merugikan. Sehingga ia memutuskan untuk tidak memilih keduanya.

Beberapa saat kemudian,tiba-tiba raut muka Louis berubah senang.

“o yeah…! Aku ada ide. Lebih baik aku membeli sebuah buku panduan dan belajar mengemudikan mobil dengan mengikuti petunjuk dalam buku itu, ya! Louis memang brilliant…ha..ha..ha”.

Louis senang bukan main. Menurutnya keputusan membeli buku panduan adalah ide cemerlang yang sangat menguntungkan karena ia tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkannya.

Dengan hati yang girang tak kepalang,Louis mendatangi sebuah toko buku yang menjual bebagai macam buku. Kemudian berkatalah Louis kepada si penjaga toko,

“ saya mencari sebuah buku panduan belajar mengemudikan mobil yang baik, apakah di sini ada?”.

Dengan ramah si penjaga toko menjawab,

“ ada tuan. Sebentar…saya ambilkan “.

Tak berapa lama kemudian,penjaga toko itu pun kembali dengan sebuah buku tebal di tangannya.

“ ini dia,buku yang Tuan cari, tapi sebelumnya  maaf, sebetulnya buku panduan belajar mengemudikan mobil yang baik tidak hanya ada sebuah,melainkan terdiri dari dua jilid, akan tetapi yang tersisa  di toko hanya buku jilid satu. Apakah Tuan akan tetap mengambilnya?”,Tanya si penjaga toko.

“ ehmm..kenapa bisa tidak ada??? Ya sudahlah ! saya tetap akan membelinya, lalu kapan buku jilid dua itu disediakan lagi?”, ujar Louis kesal.

“ bulan depan ,Tuan”, jawab si penjaga toko.

Akhirnya Louis pun keluar dari toko dengan sebuah buku saja.

Sesampainya di rumah Louis segera mempelajari buku itu,mulai dari cara menyalakan mobil, hingga mengarahkan kendali. Tak membutuhkan waktu yang lama, Louis berhasil mempelajari buku itu dengan cepat.

Kemudian tibalah saatnya Louis mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya,

“ baiklah,inilah saatnya aku meluncur….aku akan pergi kemana pun aku mau..Sungguh hebat…ha.ha..”.

Jadilah Louis berkeliling kota sekehendaknya. Di jalan raya,dengan percaya diri Louis mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.

“ lihatlah ! aku hebat bukan?”, serunya bangga.

Setelah beberapa jam,tiba-tiba Louis kehausan. Dicarinya air minum di dalam mobil namun tak juga ditemukan. Louis  pun memilih untuk berhenti sejenak untuk membeli minum. Tapi kemudian Louis terkejut. Apa yang terjadi??? Louis panik dan ketakutan. Ia ingin menghentikan mobilnya tapi tak bisa . ia baru sadar bahwa apa yang di pelajarinya belum sempurna.Dari buku jilid satunya itu ia tidak mendapati bab cara menghentikan mobil, karena bab tersebut terdapat dalam buku panduan jilid dua,sehingga ia melewatkan bagian penting dalam berkendara tersebut.

“ oh tuhan….aku melewatkannya ! jilid dua…”,sesalnya.

Ia pun berteriak-teriak  meminta bantuan dan pertolongan orang-orang di sekitarnya.

“ tolong…toloooong….JILID DUA….JILID DUA….”.

Seketika orang-orang di sekitarnya menoleh memperhatikan Louis keheranan. Tidak ada seorang pun yang mengerti maksudnya.

Hingga akhirnya…..

“ tidaaaakk….gubraaaaakk”, teriak Louis .

Demikianlah akhir kisah Louis, karena sifat kikir serta kecerobohannya itulah ia mendapatkan akibat yang sangat besar.