Anakku…

AlSejuta rasa menyelimuti hati ini sejak selasa lalu, tertanggal 17 februari 2015..aku mengetahui suatu hal yang teramat membahagiakan. Aku begitu bahagia hingga segera ingin kuungkapkan rasa bahagia ini kepada seluruh dunia. ya, anakku. Asa dan pintaku kepadaNya terjawab. Aku bertemu dengan ‘dia’ yang telah Allah pilihkan untukku, dan sekarang…Dia menganugerahkanku jiwa di dalam raga ini. Jiwa yang begitu suci….aku sekarang adalah seorang wanita sesungguhnya…aku adalah seorang calon ibu. Di usiaku yang ke 22…aku akan menjadi seorang ibu. Seperti mimpi saja….mimpi yang indah. Persis sama dengan mimpiku yang lalu.
Bukan sekedar bahagia, Namun aku juga begitu semangat. Harus mulai dari mana aku mengambil langkah…sebelumnya, persiapan mental sudah kuupayakan. berikutnya…aku harus mempersiapkan segala hal untuk anakku. Pengetahuanku, ragaku, perhatianku, semangatku….semuanya. Pun kecintaanku kepada Allah…aku harus tetap mengingat ini. Allah yang menghadirkan mereka dalam hidupku, maka aku tak sedikitpun boleh melupakannya. Allah…jagalah cintaku padaMu…teguhkan imanku….lindungi dan berkahi kami dengan rahmatMu…bimbing kami dengan hidayahMu….aamiin.

Iklan

Surat Cinta

Teruntuk: Calon Imamku


Bismillahirrahmaanirrahiim…

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Wahai calon Imamku. Dalam diam ini kusapa engkau. Pada baitan doa yang kurangkai perlahan. Dalam kerisauan penantian yang kan tetap kuteguhkan… Kau adalah rahasia yang terindah. Karena kuyakin, pada saatnya nanti, Allah kan mempertemukan.

Wahai Calon Imamku, doaku pada Allah adalah teguhnya imanmu. Keteguhan yang melebihi karang di lautan..yang dengannya kau bawa perahu cinta kita menggapai ridhoNya, menuntunku dan anak-anak kita pada mahabbah kepadaNya, bersama-sama kita mengeja mengaji ayat-ayatNya. Yang karenanya (imanmu kepada Allah) aku tunduk dan patuh padamu. Yang karenanya pengabdianku padamu seutuhnya.

Wahai Calon Imamku, aku wanita yang jauh dari sempurna. Aku bukan yang paling baik, bukan yang paling istimewa di antara wanita-wanita muslimah. Namun, aku akan berusaha untuk menjadi baik, menjadi yang terbaik…karenanya, saat bersama kelak..tuntun aku dengan segala kebijaksanaanmu yang kau bangun dari ketaqwaan, kesabaranmu yang terlahir dari keikhlasan dan kasih sayang.

Wahai Calon Imamku, aku manusia lemah…seringkali mengungkapkan isi hati dengan air mata dan tangis, bersediakah kau pinjamkan bahumu untukku bersandar, dan tenangkan aku dengan kata-katamu yang penuh kelembutan..

Wahai Calon Imamku, terimakasih, karena iman di dadamu, kau telah menjaga hatimu, menjaga cintamu…mudah-mudahan Allah akan menjaga kita kelak dari siksa neraka dan membangunkan rumah untuk kita di surgaNya…Aamiin ya Robba l ‘aalamiin.

Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh.

 

Ruang Hening Bening

23:40 / 03/06/2014

Gambar

Aku, Kamu Dan Hujan


sujud
By As_Al

Adakah yang lebih kita rindukan ketimbang saat di mana hati kita saling merapat

Di bawah hujan yang lebat

Meluruh segala resah

Merebahkan sekian lelah

Menari di antara ribuan malaikat

Melantunkan 99 bait ma’rifatso sweet

Engkau tahu benar

Bahwa bukan hanya hati ini  yang merasakan badai rindu berhimpun denganmu

Namun nafas inipun tersengal

Tersendat sedu sedan kehilangan separuh paru

Karena kealpaan hadirmu

Pada ruang pengabdian suci Shinta pada Arjuna

Andai tanganku jadi sayap

Atau aku menjelma kilat

Mungkin sebelum kau sempat berkedip

Aku sudah ada di sampingmu

Bersama seribu cahaya kerlip

Maka datanglah, datanglah

Bawakan separuh nafasku

Sembuhkan dahagaku yang merindumu

Jangan berhenti membaitkan ma’rifat

Dalam pangkumu

Dan sujudku berimamkanmu

Aku mengenal tuhan

Yang menciptakan Hawa teruntuk Adam

Dan menciptakanku teruntukmu, Sayang

Seperti halnya aku

Yang telah lama beku

Dan terpecah sinar

Menyebar

Saat kau hadir meskipun samar..

sun tangan

 

^_^ Indahnya Malam Ini…

Beberapa malam lalu, -entah bagaimana awalnya- aku dapati sebuah mimpi yang amat membahagiakan. Seperti aku lah yang paling bahagia malam itu. Tiba-tiba saja, aku menjadi seorang ibu di alam tidurku. Aku menggendong bayi yang amat tampan, wajahnya menawan dengan senyum tak pernah lepas tiap kali aku memandang matanya. Raut wajahnya putih merona. Kucium ia berulang kali. Menjadi seorang ibu muda. Aku benar-benar bahagia, meski aku sadar itu bukanlah nyata. Aku sudah jatuh cinta, sudah sayang pada ‘mereka’ yang belum hadir sebenarnya.

Mendekatiku yang tengah bercanda bersama buah hatiku, seorang ikhwan dengan jas hitam rapi muncul. Ia memanggilku dan anakku dengan lembutnya. “ De, Mas mau cium Kaka sini..”, katanya, memanggil anakku dengan ‘kaka’.

Siapa dia? Kataku dalam hati. Wajahnya tak kukenal sama sekali.  Aku baru sadar. Ialah imamku, suamiku di sini. Sebuah dunia semu yang menjadikanku sempurna. Aku tersenyum dan mengucap tasbih saat mataku terbuka. Subhaanallah… Aku menyayangi mereka, sejak saat ini. Sejak mereka telah Allah cantumkan menjadi bagian dari takdirku nanti. Allah, izinkan aku menjadi sebagaimana yang kualami dalam mimpi indah malam ini. Suatu saat nanti. Aamiin ya Robba l ‘aalamiin.

Membuka sebuah sosial media, ada tulisan penuh makna kutemukan. Menyentuh hatiku. Bismillah. Aku ingin membagikannya pada yang lain, men-share-kannya kembali. Berharap ada yang dapat turut mengambil hikmah darinya. Sebuah Akun Dakwah, Indahnya Cinta Karena Allah menuliskan;

Untukmu Calon Imamku Yg Akan Bertahta Di Hatiku

Tahukah engkau,sebenarnya hatiku menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu…

Karena bagiku, Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang, bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?

Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?

Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang, bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?

Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang, bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?

Aku yang mencintaimu ini, tak kan mampu memberikanmu hati yang bekas, sedangkan Allah telah menyiapkan untukku pasangan terbaik yaitu engkau…

Meskipun, aku belum pernah tahu siapa engkau karena hanya pernikahan yang akan menyibakkan tabir..siapakah engkau yang akan dikaruniakan Allah untukku..

Tetapi hatiku ini telah belajar mencintaimu sejak dulu, karena kutahu bahwa setiap manusia telah ditentukan pasangannya ketika masih di dalam rahim ibu.

Namun naluriku mengingatimu, ketika fitrah cinta itu harus datang menggebu di masa penantianku…Oleh karenanya bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik dalam pencarianmu, dan jagalah pandanganmu, bila engkau tidak mampu menahan rasa cemburu ketika pandanganku tidak terpelihara kepada yang bukan mahramku..

Namun sekarang engkau bukanlah siapapun bagiku, hingga waktu di mana Allah meridhai dan kita halal bertemu , Untukmu Calon Imamku yang akan bertakhta dihatiku, sampai saat ini aku tidak tahu siapa engkau,kecuali ijab qabul telah terucap untuk menghalalkan kita bersatu…

 الّلهمّ إنّي أسأل حبّك و حبّ من يحبّك و العمل الّذي يبلّغني إلى حبّك…..

“Ya Allah, Ya Tuhanku…Kupinta kan cintaMu, kupinta cinta seorang yang mencintaimu, dan kupinta amal yang menyampaikanku pada cintaMu…Bimbing aku tuk mengabdi setia padaMu”.

 

Indahnya Cinta Karena Allah

Untukmu, Saudara- saudariku yang kan penuhi syari’atNya tunaikan Sunnah Rasul yang terindah…

“Tidak ada kalimat terindah yang pernah seorang wanita dengar kecuali saat ada seorang laki-laki menyatakan kesediaannya menanggung segala kebutuhannya, membimbingnya, menjadikannya bertahta dalam kedaulatannya yang adil nan bijaksana. Ialah seorang yang bukan siapapun pada mulanya, kemudian datang dengan senyuman yang tersungging tulus menawarkan pundaknya untuk bersandar. Menuntun sang permaisuri hatinya dengan segala kehormatan dan kasih sayang demi kebahagiaan bersama di bawah naung ridho Sang Maha Pencipta.

kasih

Tanggung jawabnya yang besar ia pikul dengan kebanggaan dan kebahagiaan, bahwa ia telah temukan seorang wanita tercantik yang bersamanya segala beban itu menjadi ringan karena ketaatan dan kepatuhannya, segala gundah tak pernah lagi ada karena ada sang setia menemani dan menghangatkan malam-malamnya, kata-kata lemah lembutnya yang mendamaikan segala kegelisahan yang membuncah. Sesaat saja sirna dengan senyum dan lakunya yang menyejukkan jiwa.

Semakin waktu berlalu, sakinahnya tetap saling membina. Mawaddahnya tak pernah berubah. Rahmah senantiasa tercurah. Meski, tak jarang bumi berguncang, dan ombak memberontak, sang nahkoda tetap kukuh memandu, dengan penuh harap dan doa bahwa Allah pasti kan kuatkan dan teguhkan kapalnya. Karena cintanya terbina dengan nama Allah, karena Allah.

Menyaksikan imamnya yang teguh iman dan upaya, hati permaisuri takkan beku selamanya. Ia menangis. Lubuk terdalamnya tetap dan akan tetap mengabdikan diri pada suaminya tercinta. Yang pertama kali datang padanya dengan senyum yang tulus, yang tawarkan pundaknya tanpa ragu dan mengeluh. Sedia menjaga dan mengasihinya. Yang padanya pintu surga Allah dapat terbuka.

sun tangan

Wahai Robb..Sang Pencipta yang telah menyatukan Adam dan Hawa, yang menyatukan rusuk-rusuk pada wadahnya..jadikan jiwa-jiwa yang saling mencinta atas namaMu bersatu selamanya dalam surgaMu yang terindah, jadikan jiwa-jiwa yang saling berkasih karenaMu menjadi raja dan permaisuri yang menghuni istanaMu, karuniakan pada keduanya putra-putri yang shaleh dan shalehah, yang menjadi qurrata a’yun, yang meluaskan maghfirahMu atas ayah bundanya..Aamiin aamin ya Robba l ‘aalamiin….

 doa

 

Mencari & Menjadi…Ada apa?

Kemarin,  mata saya tiba-tiba saja tertarik untuk melirik sebuah postingan dari Indahnya Cinta Karena Allah di facebook, …

“Jangan MENCARI tapi MENJADI..

Jangan mencariyang baik, tapi jadilah yang baik, jangan mencari yang sholeh, tapi jadilah akhwat sholehah.. jangan mencari yang sholehah, tapi jadilah ikhwan sholeh…

Karena walaupun kita mencari tapi diri kita tidak menjadi, ALLAH tidak akan memberikan.. namun jika kita menjadi tanpa mencaripun ALLAH sudah menyiapkan karena untuk masalah jodoh, ALLAH akan memberikan sesuai dengan kepribadian & kadar keimanan kita.. (QS.An-Nur:26)

Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan. Sadari bahwa apa yg kita dapatkan hari ini adalah yang terbaik menurut ALLAH & jangan pernah ragu, karena kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat
menjalani hidup ini…

Janganlah kamu mencintai seseorang dengan cara yang berlebihan, karena bisa jadi suatu ketika nanti kau akan malah balik
membencinya, Begitu pula dengan benci, janganlah kamu membenci seseorang dengan mendalam, karena bisa jadi pada suatu hari nanti kamu malah balik
mencintainya” (Ali bin Abi Thalib ra).

Berusaha mencari orang yang baik-baik dan sholeh untuk di jadikan pasangan hidup memang suatu yang baik..Tetapi lebih baik menjadikan diri sendiri orang yang baik terlebih dahulu sebelum memberi selembar kriteria sebagai calon, pendamping, lebih baik kita dulu di utamakan dalam mempelajari Agama Islam dan Mengamalkannya….

Berusahalah menjadi baik kepada yang lebih baik..

Semoga kita di pertemukan jodoh dengan orang baik Agamanya, tentunya baik dalam pilihan-Nya…

Aamiin ya Rabbal’alamin..”

Secara mendadak rasa dalam hati, logika dan ragaku mengasosiasikan semua yang kubaca barusan dengan apa yang kualami sendiri. Dalam nyata. Ternyata sangat menarik untuk kita teliti apa-apa saja yang telah kita perbuat. Bukan dengan alasan riya’ atau apapun. Akan tetapi justru untuk muhasabah diri, evaluasi diri..sudahkan aku MENJADI? Ataukah masih MENCARI (SAJA)? Nista namanya jika kita selama ini hanya berupaya MENCARI YANG TERBAIK sementara diri kita sendiri belum BERUPAYA MENJADI YANG BAIK.

Mudah-mudahan Allah bimbing kita untuk MENJADI ORANG BAIK, sehingga akan dipertemukanNya pula dengan ORANG YANG BAIK, tanpa kita MENCARI. Aamiin.