PENDIDIKAN REMAJA antara ISLAM DAN ILMU JIWA

Memandang sebuah buku tebal, kenang-kenangan dari seorang kawan, nuraniku tertantang untuk ‘ngaji’ isinya. Cukup lama bolak-balik aku baca,…yo, karena bukunya berbobot, daaaan temporer sangat, otakku mencerna belum se-maksimal yang diharapkan, masih loading untuk mahami betul  maksudnyadan masih harus bikin bener-bener mood, interested dengan buku yang satu ini. Padahal yah, kawanku yang kasih ini buku, uiiiiiih, cerdas top markotop..man.

Okay..yuk kita mulai saja! Mudah-mudahan, Allah memudahkan upaya kita belajar ilmuNya yah…aamiin.

PENDIDIKAN REMAJA

antara ISLAM DAN ILMU JIWA

Dalam Kata Pengantar, penulis, yakni DR.M. Sayyid Muhammad Az-Za’balawi menyuratkan; Pentingnya kajian ini, merupakan salah satu hal yang mendorong dipilihnya topik ini. Pertama, adalah karena pada masa pubertas terdapat keistimewaan tersendiri yang menyebabkan kompleksitas dan beragamnya tuntutan perkembangannya. Bahwa pada masa merekalah permulaan bagi sempurnanya kematangan dan keikut-sertaannya dalam lingkungan masyarakat pemuda. Kedua, sedikitnya karangan, karya ilmiah atau tulisan islami yang berbicara tentang topik ini dari beberapa seginya. Ketiga, penulis mendapati asumsi yang tidak benar yang masih menguasai pemikiran mayoritas psikolog. Asumsi serta pemikiran asing dan sesat menyesatkan ini mempunyai pengaruh negatif terhadap para remaja puber dan pemuda dalam masyarakat Islam.

Sedikit komentarku; pancen,…dalam bahasa Indonesia, Nyatanya…memang benar, kita terkadang tidak sadar, bahkan tidak terlalu peduli dengan apa yang ada di sekitar kita..yang sebenarnya secara perlahan amat mempengaruhi pola pikir dan pola laku kita, ada gerakan yang lembut dari ‘orang tak nampak’ yang bermain di belakang screen, yang diam-diam menginginkan Islam merosot, Islam jatuh dalam degradasi moral yang tidak karuan, musmeeeet mikirinnya, so,,jangan hanya dipikir, ahsan kita berantas saja dan lawan misionaris perusak moral dengan sareng-sareng melakukan kebaikan, dan saling mengingatkan dengan kesabaran dan kebenaran, tawashou bil haqqi wa tawashou bis shobri..contoh kecil; kecamuk di dunia maya nampak jelas, sedikit saja ketik satu kata di google search ‘Muslimah’..jiaaaaannn, yang keluar muacem-muacem yang ngga bisa kita hindari atau seleksi, ada yang beneran tulisan, gambar, foto muslimah, tapiii..ada juga yang munculnya gambar yang ngga sopan ikutan nampang dengan pede dan bangganya bisa ngerusak image Muslimah, padahal ngga tahu tu siapa. Menyebalkan! Eittts…komentarku kebanyakan, ups, punten nyaa..agak melenceng dari topik.^_^

Lanjut..>>>>

Jadi beliau, Pak Sayyid Muhaammad Az Za’balawi, ini berupaya menguatkan Islam dengan upayanya mengarahkan para orang tua, tenaga pendidikan, dan remaja itu sendiri untuk lebih dekat dengan Islam. Membahasakan ilmunya dalam riset dan kajiannya dengan tema tersebut di atas. Tujuannya apa?? Dengan latar belakang pemilihan topik yang tiga poin di atas, bisa kita simpulkan..agar kita bisa selamat dan waspada dengan asumsi dan pemikiran yang belum tepat mengenai ‘Remaja’, dengan beliau menghadirkan perbandingan antara ‘Islam’ dan ‘Ilmu Jiwa/ Psikologi’.

 ^_^ for the first talking..adalah;

Muraahaqoh  – مراهقة

Secara bahasa, Raahaqa l ghulaam berarti mendekati baligh. Sehingga dari verb/ fiil raahaqa tadi terbentuklah isim mashdar berupa Muraahaqoh; muraahiq artinya seorang anak yang mendekati usia baligh dan muraahaqah sendiri berarti fase yang padanya dimulai perkembangan menuju kematangan. (dalam al Qamuus al Muhiitth)

Dalam al Quran disebutkan kata ‘raahaqa/ rahaqa’ pada beberapa tempat. Di antaranya adalah sebagai berikut; dalam surat Yunus ayat 26-27. Bismillahi r Rahmaani r Rahiim..

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ. وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Yunus 26-27)

Pada surat Al Jinn ayat 6 disebutkan; Bismillahi r Rahmaani r Rahiim..

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”

Masih dalam surat al Jinn, disebutkan kembali ‘rahaqa’ pada ayat yang ke-13; Bismillahi r Rahmaani r Rahiim..

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلا يَخَافُ بَخْسًا وَلا رَهَقًا

“Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. Barang siapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.

Dari ayat-ayat di atas, Penulis buku ‘Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa’ ini mengarahkan kita untuk mengambil kesimpulan bahwa arti atau maksud dari rahaqa dalam alQuran seluruhnya bermakna; kesesatan, kegelisahan dan kebingungan yang dialami oleh hati orang-orang yang tunduk pada musuh mereka, yaitu syetan.

Sementara, menurut mayoritas psikolog, berpendapat bahwa kata Murahaqah berasal dari bahasa latin. Sebagaimana disebutkan kutipan dari Dr. Musthafa Fahmi berkata, bahwa kata muraahaqah ini dari bahasa latin yaitu adolecere, artinya; proses bertahap menuju kematangan fisik, seksual, rasio dan emosi. Sehingga menurut Dr. Musthafa ini jelas ada perbedaan antara muraahaqah dan kata puber, yang terbatas pengertiannya pada salah satu jenis pertumbuhan saja, yaitu segi seksual. Dan beliau mendefinisikan baligh sebagai kematangan kelenjar reproduksi dan timbulnya tanda-tanda kematangan seksual yang baru, yang memindahkan seorang anak dari fase kanak-kanak menuju fase manusia dewasa.

Banyak perbedaan pendapat dalam mengartikan muraahaqah ini. Namun, kita dapat menggaris bawahi bahwa muraahaqah dalam kajian psikologi Arab adalah terjemahan dari Adolecerce, serupa yang disampaikan pada paragraf sebelumnya. Fase murahaqah ini dimulai dengan fase puber, yang pada anak wanita dimulai antara usia 11-13 tahun, dan pada anak laki-laki antara 12-14 tahun. Jika pada wanita, fase ini berlangsung hingga sekitar usia 17 tahun, pada anak laki-laki fase ini berlangsung sampai sekitar usia 18-19 tahun. Dan murahaqah sendiri, pada dasarnya adalah proses biologis dan dinamis.

….uhm,..Temen-temen, sudah mulai maksud belum?…husnudzonku, sudah lah yah, intinya dari pemaparan tersebut di atas adalah fiil Rahaqa serta beberapa kata yang dibentuk darinya bermakna; bodoh, dusta, melakukan perkara haram, yang berbahaya, memaksa orang lain melakukan sesuatu yang tidak terpuji, dan seterusnya. Makna-makna ini ternyata terdapat pada seorang remaja atau muraahiq yang dididik dengan tidak baik, atau disia-siakan. Karena itu, dengan belajar dan sharing bersama ini, kita…sebagai siapapun kita adanya, dituntut untuk memberikan pendidikan, atau pengaruh yang sesuai dengan tabiat fase pertumbuhan ini. Sudah barang tentu, pengaruh yang mesti kita tularkan adalah pengaruh-pengaruh dan nilai-nilai positif.

Terlebih lagi, melihat pada fakta dan fenomena di sekitar kita. Berbagai bentuk ketidak-pasan laku sudah merebak di berbagai penjuru; mulai dari merokok yang berlebihan, memalak di antara siswa, bermain PS atau judi, menghabiskan waktu dengan sia-sia, pacaran yang over act, bahkan penggunaan barang-barang haram serupa khamr, narkoba. Itu sudah menjadi bagian yang banyak ditemukan di kehidupan remaja negeri kita ini. Menjadi tantangan kita semua, seluruh pihak..untuk membenahi, mengarahkan, mendidik, dan mawas diri.It’s still just muqaddimah …Brotha n Sista, sebuah prolog..sekelumit gambaran mengenai apa yang akan kita coba gali dari karya pak Muhammad Sayyid Az Za’balawi.

Salah dan khilaf mesti menjadi bagian dariku, yang masih harus banyak belajar. So..kritik, saran, masukan, tanggapan monggo disampaikan saja…Insyaallah, bermula dari Muqaddimah ini, kita akan lanjutkan lagi discuss kita ke pembahasan yang lebih detil lagi. Ila l liqoo..fil mabhats at taaliy. ^_^

WaAllahu a’lamu bis showaab.

Sumber;

–          buku ‘PENDIDIKAN REMAJA antara ISLAM dan ILMU JIWA’, karya DR. M. Sayyid Muhammad Az Za’balawi, penerbit Gema Insani, dengan judul asli ‘TARBIYATUL MURAAHIQ BAINAL ISLAAM WA ILMI N NAFS’.

Iklan